Wednesday, February 02, 2005

TUHAN TAHU ...

Tuhan Tahu!
beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu
Untuk Tetap Bertahan !
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya
dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama
dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu
sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian
dan teman-temanmu
terlalu sibuk untuk menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya
dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal
dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar
dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi
dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi
dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu
dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau
atau kemanapun kau menghadap...
TUHAN TAHU

Dilarung

DILARUNG
Pada samudera lepas .. ..
Jiwaku dilarung kehidupan
Ragaku terseret gelombang .. ..
menghantam runcing cadas .. ..
Nyawaku nyaris terlepas
menemui Sang Pencipta .. ..
Belai bayu berhembus
menyelaraskan jagad nan sunyi
Tanpa harap .. .. melabuh diri
ditepian pantai .. ..
Dipuncak kepala mentari menyengat
dalam pori kulit air merembes .. ..
Perjalanan waktu .. ..
tak juga mengakrabkan
aku dengan samudera luas .. ..
Kosong .. .. yang terbentang
tak meluaskan jengkalan impitan
Aku dilarung kehidupanku .. ..
TUHAN ..
Tuhan, aku lelah
Ketika waktu menghentikan anganku
Ketika waktu tak menderaikan sesalku
Ketika waktu membatasi ruangku
Ketika waktu tak lagi mewujudkan rasaku
Maafkan aku, Tuhan
Aku lelah menunggu waktu .. ..
Yang mengaburkan harapan
Yang menghimpit aku antara langit dan bumi
Yang mengerubung aku dengan cemas
Tuhan, aku binggung
Segala pintaku serasa basi
Kalimat terucap tak mengutarakan maksud
Bagaimana lagi wujud pintaku kini
Karena dalam kelelahan doaku, aku tetap butuh KAU.
Tuhan,
Aku butuh KAU ..
Yang entah dimana ..
Ya sudah. Amin saja.

Segala yang aku alami, rasakan, pikirkan .. .. tidak mampu tertuangkan lengkap pada bait-bait tulisan pendek yang dibatasi oleh pengartian kata/kalimat, penempatan tanda baca dan dibatasi pula oleh keterbatasan penguasaan kata .. ..
Kepala ku terlalu kecil untuk dapat memuat semua yang aku rasakan.
Hatiku bahkan lebih kecil lagi untuk menampung apa yang aku pikirkan.
Segala apa yang ku alami semuanya -sebetulnya- cuma sekedar mampir beberapa saat
pada setiap bagian indera-indera itu dan kemudian sebagian lenyap
dan sebagian lainnya lagi tertinggal mengendap disitu.
Aku dilarung kehidupan .. .. mengharap tepian pantai untuk melabuh ..
adalah sangat membutuhkan curahan mujizat.
Aku lelah, Tuhan .. bahkan untuk sekedar sembahyang - meminta, apalagi bersyukur ..
.. .. aaaaahh ampun hamba-MU ini.
Kini dihadapanku terpampang PINTU menuju dunia putus asa.
Kebimbangan yang masih meraja membuat aku tidak memutuskan untuk melangkah.
Apakah harus mundur atau maju .. ..
Andai jiwaku tak berbatas, tentu aku tegar melewati segala tantangan.
Andai hatiku masih teraliri arus semarak yang menghalau kehampaan,
tentu tidak ada masa yang kuingkari.
Aku yang dilarung kehidupan .. ..
Tetap bergelayut pada kehidupan .. bersama kami terlarung
Jangan ada risau tiap mata memandang, telinga mendengar
Sebab aku dan kehidupan adalah dua jiwa dalam satu raga.
Titip mantra yang ampuh bagi Sang Khalik
Hingga daku tak khilaf .. ..
July 2004

Tuesday, January 18, 2005

ketiadaan

Kita yang asal dari ketiadaan, senantiasa menemui satu ketiadaan dalam kehidupan ini.
Seperti aku sekarang .. lamunan, impian dan khayal yang sebenarnya tiada itu...aku coba menampilkan dalam alam nyata ... bisakah ? ternyata emang tidak bisa...
Cinta yaa..mencintai yang sebenarnya tidak nyata .. mencintai orang yang ada dalam khayalan dan berusaha untuk merasa bahagia .. tapi waktu jualah yang menyetak aku, menyadarkan aku bahwa ternyata semua itu adalah khayalan sesat, yang hanya membuat batin lebih miris menderita...

yaaaa... ketiadaan itu lah yang sudah mempermainkan aku yang nyata ini..
mengapa demikian ? sebab memang aku adalah manusia yang diciptakan awalnya dari tiada...

kini aku mau menyudahi ketiadaan itu .. meniadakan benar-benar yang benar tiada ...
I hate U.

Wednesday, January 05, 2005

Diary

Dear Tuhan Yesus di surga..
Hari ini aku begitu gundah..Rasa Jatuh Cinta ku makin kuat mengikat hatiku yang sebenarnya sudah terikat ini.
Sulit rasanya melepaskan rasa ini. Aku sudah mencoba dengan menimbulkan rasa sebal di hati ketika si do'i telat membalas sms or e-mail, tapi tidak jua berhasil.
gaung suaranya nyaris setiap detik mengema di lubuk hatiku.

Monday, January 03, 2005

Sebel

Sebel

HADIRMU

HADIRMU

Adalah sapa kita kali ini
Dipenghujung hari yang tidak dapat kuselesaikan
Yang dibatasi waktu tak biasa
Terpisah pada belahan dunia yang lain
Namun terasa dekat kar’na jalinan kisah yang tertinggal

Adalah sapa kita kali ini
Diantara mega yang memblokir kehangatan sinar mentari
Dengan hembusan bayu yang menyesakkan dada
Meninggalkan sesuatu diantara ragam pikiran
Dan, menyapu bersih apa yang sebelumnya ada.

Kuingin hadirmu yang menyemarakkan suasana
Menghalau gundah pada setiap kesempatan
Menawarkan tawa diakhir cerita

Akankah kau tersenyum pada setiap potret yang ada
Berbisik menenangkan bila keresahan melanda
Menggaungkan tawamu dalam kebahagiaanku
Merengkuh saat ku mulai goyah
Menyapa dengan hati ketika pagi belum nampak..

Hadirmu yang kini tak teraih lagi
Membuyarkan angan yang melintasi pikiran
Tawamu yang masih sayup berdengung
Menepis harap yang terdengar nyata ditelinga
Dalam samar bayangmu terlintas diberbagai peristiwa.

Monday, December 13, 2004

MENTERTAWAKAN HIDUP – CINTA

MENTERTAWAKAN HIDUP – CINTA

Hidup, bagi penyair penuh nada-nada puitis
Hidup, bagi pelukis penuh warna warni cerah nan indah
Hidup, bagi para filifos adalah pengetahuan
Hidup, bagi ilmuwan adalah susunan rumus lengkap

Cinta seorang penyair tercipta lewat irama sendu
Cinta seorang pelukis tercipta lewat goresan dari lubuk hati
Cinta seorang filosof tercipta lewat kebijaksanaan yang luas dan rumit.
Cinta seorang ilmuwan tercipta lewat penyelesaian akhir

Cinta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
Dimana cinta begitu diagungkan dengan makna yang berbeda,
“Cinta yang menghadirkan keteduhan hati”,
kata sang pencinta.
“Cinta yang juga menghadirkan kekalutan dan keteraturan,
yang membuat jarak antara harmoni dan kontras,
antara keindahan klasik dan modern,
yang membuat komposisi kontradiksi”.

Padahal, bagiku
Cinta adalah belenggu, yang membelenggu hidup.
Dimana cinta menuntut pengertian, keterbukaan, kesetiaan
dari sang pencinta.
Sedang sang pencinta tidak dapat dituntut apapun
dari cinta itu sendiri, selain pasrah.
Cinta yang kadang tak mampu berjalan selaras
dengan pikiran dan tindakan, hanya melulu hati.
Cinta yang memuja estetika tanpa penduli etika,
Cinta yang mengaburkan pandangan
akan keindahan dunia, lewat belenggunya.
Cinta yang hanya mempersempit pemahaman
akan dunia yang maha luas.



Sedang hidup bagiku,
laksana terang dan gelap.
Mengedari permukaan bumi silih berganti.

Pada kegelapan mengancam ketakutan ;
seperti kupu-kupu malam yang menebar manis madunya
diantara hutan beton yang tak mampu melindungi.
Seperti lelaki tanpa tujuan
diantara hasrat yang membara.
Seperti gelandangan menikmati lelapnya malam
diantara tumpukan sampah berbau busuk.
Potret geliat malam yang enggan sirna dari kehidupan.

Pada secercah terang ada bias harapan ;
harapan yang siap dijagal kuasa dunia

Friday, December 03, 2004

KEABADIAN

KEABADIAN



Ada kegelisahan yang tak kumengerti
mendera dasar hatiku yang terdalam.
Ada kemarahan yang tak terlampiaskan
berkecamuk dalam alam fikir.
Ada kekecewaan yang terpendam
menyelubungi wajah sendu.
Ada kesedihan menghanyuti jiwa
menenggelamkan batin.

Memang tiada isak tangis
tak terdengar sedu sedan
apalagi histeria.
Semua terjadi dalam sepi
yang menggelayuti nuansa keseharian
yang mungkin tak akan berujung
pada sebuah pemulihan.

Banyak tanya yang tersirat
tapi tak jua ada jawaban.

Mengapa keabadian itu tak pernah ada ?
hanyakah itu sebuah kalimat yang tak berarti ?
sebuah kalimat buatan duniayang tak menyiratkan sesuatu ?

Thursday, November 11, 2004

KEMANA ARAH

KEMANA ARAH

Berbekal keyakinan diri .. ..
Kemantapan yang membuncah dari batin .. ..
Bangkit, kutantang masa depan yang tak pasti
Yang belum lagi jelas binar titik kecil diujung sana
Namun, satu yakinku arah tempuh benar menuntun ..

Kutanggal asa yang lama tak kunjung berwujud
Kutanggal cinta yang lama tak jua mencintai
Kutanggal cita yang tak pula teraih
kutempuh jalan menuju masa yang belum lagi pasti
Kutinggalkan gelombang harap yang terlanjur pahit.

Inginku .. meraih yang indah
Menangkup dengan dua telapak
Menyimpan dalam bejana abadi
Yang tak lekang waktu dan zaman
Yang tak habis oleh karat dan ulat.

Kemana arah ku melangkah, kini
Akankah ada harap pada ujung langkah ?
Adakah cinta menyertai tiap langkah
Dapatkah cita menanti diakhir sana ?
Arah kaki membawa ku kemana dimauinya ..

Friday, October 08, 2004

SURATAN TAKDIR

SURATAN TAKDIR

Waktu adalah ukuran keabadian !!
Tak ada yang lebih pendek, karena selalu kurang untuk melaksanakan
Rencana-rencana kita.
Tak ada yang lebih lambat bagi mereka yang sedang menunggu.
Tak ada yang lebih cepat berlalu untuk mereka
Yang sedang menikmati hidup.
Waktu terbentang luas tak terkira.
Juga terbagi-bagi dalam satuan ukuran sekecil-kecilnya.
Semula orang menyepelekan waktu.
Namun, menyesali kehilangannya.
Tak ada yang dilakukan tanpa waktu,
Waktu membuat semua yang patut di kenang, terlupakan
Dan yang pantas diingat menjadi abadi .. ..